Komputer dan Penyusunnya

 

Sumber: www.tokozoom.com/

Klik di sini untuk mendapatkan versi pdf-nya.


1.1 Latar Belakang

Saat ini, suatu hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh manusia ialah keberadaan teknologi informasi, baik dalam proses manajemen maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman akan pengertian teknologi informasi pun diperlukan agar dapat mempelajari teknologi informasi dengan lebih detail.

Pada hakikatnya, teknologi berfungsi sebagai alat yang membantu manusia untuk dapat dengan mudah melakukan suatu pekerjaan. Beberapa sektor yang memerlukan penerapan dari teknologi informasi ini di antaranya perbankan, kesehatan, perusahaan, pendidikan, dunia bisnis, dan masih banyak lainnya.

Salah satu teknologi informasi yang paling dekat dengan kita sekarang adalah komputer. Dalam perkembangannya, komputer mengalami berbagai macam perubahan, baik bentuknya, kegunaannya, maupun fitur-fitur yang ada di dalamnya. Namun, secara garis besar, komputer terdiri dari tiga komponen penyusun, yaitu Hardware (perangkat keras), Software (perangkat lunak), dan Brainware (pengguna).

1.2 Rumusan Masalah

1.      Apa saja macam-macam komputer?

2.      Apa saja penyusun dalam komputer?

1.3 Tujuan dan Manfaat

1.      Mengetahui dan memahami macam-macam komputer.

2.      Mengetahui dan memahami penyusun-penyusun dalam komputer.

2.1 Komputer

Jenis komputer sebenarnya ada banyak, namun demikian, apabila dilihat dari aspek jenis data yang diolah, maka sebuah komputer bisa dibagi ke dalam 3 jenis komputer. Berikut ini adlah ketiga jenis komputer berdasarkan data yang diolah:

a.      Komputer Analog

Komputer analog merupakan jenis komputer yang hanya dapat menganalisa dan melakukan penghitungan secara analog. Biasanya, komputer analog digunakan untuk melakukan analisa data yang bersifat kontinyu, dengan tipe data berupa besaran fisik dan juga angka secara kuantitatif. Ada beberapa kelebihan dari komputer analog, yaitu Mudah dioperasikan, Special purpose, memiliiki fungsi spesifik untuk satu bidang, Dapat merepresentasikan besaran yang akan diproses dalam rentang nilai tertentu

Selain memiliki kelebihan, tentu saja komputer analog juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya tidak berlaku universal, hanya bisa digunakan untuk menghitung spesialisasinya saja, komponen yang cukup rumit, tidak multifungsi, membutuhkan daya yang cukup besar, terkadang sulit untuk melakukan pemprosesan data berupa angka.

Untuk lebih jelasnya, contoh dari komputer analog adalah alat pengukur voltase listrik, pengukur gelombang suara, seismograf analog, dan temperature udara (thermometer).

b.      Komputer Digital

Berbeda dengan komputer analog, komputer digital mampu bekerja dengan berbagai macam pemrograman algoritma dan juga secara aritmatik, sehingga mampu untuk menampilkan hasilnya dalam bentuk angka yang jelas. Jenis komputer digital banyak digunakan pada aplikasi bisnis dan juga aplikasi teknik.

Keunggulan dari komputer digital di antaranya, dapat bekerja lebih cepat hasil output data berupa angka yang mudah untuk dibaca dan diinterpretasikan dapat menyimpan data, otuput yang beragam, mulai dari angka, huruf, tulisan, gambar, hingga grafik, multifungsi, bisa digunakan untuk banyak keperluan.

Tidak perlu jauh jauh mencari, contoh dari komputer digital itu sudah sering kita temui sehari-hari, seperti: komputer PC yang biasa kita gunakan, kalkulator, dan timbangan berat badan digital.

c.       Komputer Hybrid

Komputer hybrid sederhananya adalah gabungan dari kedua jenis komputer analog, dan juga digital. Keunggulan dari kedua jenis komputer tersebut digabungkan dan disusun menjadi sebuah sistem komputer yang baru, yang dapat berguna bagi banyak orang.

Jenis komputer hybrid banyak digunakan pada komputer di rumah sakit dan digunakan pada mesin-mesin robot yang sudah terkomputerisasi.

2.2 Penyusun dalam Komputer

Dalam sebuah perangkat teknologi yang menjadi komponen penyusunnya, yaitu hardware dan software. Hardware ialah perangkat keras yang memiliki bentuk fisik. Sedangkan software ialah sebuah komponen yang tidak memiliki wujud, alias tak kasat mata. Selain dari dua komponen tadi, brainware juga tidak dapat lepas dari kesatuan sistem computer. Sebab sejatinya, penggunalah yang memiliki kewenangan untuk menjalankan dan mengoperasikan komputer. Tanpa pengguna, komputer tidak dapat beroperasi secara maksimal.

a.      Hardware

Komponen hardware disebut juga perangkat keras yang di dalamnya terdapat input dan output. Perangkat input atau perangkat masukkan adalah perangkat yang memiliki fungsi memasukkan data ke dalam sistem kompter. Berikut beberapa contoh perangkat input:

1)      Keyboard Komputer adalah perangkat keras yang digunakan untuk mengetikkan huruf, symbol dan sejenisnya.

2)      Mouse adalah perangkat kecil yang berguna untuk menggerakan pointer dengan lebih efisien.

3)      Mikrofon adalah perangkat yang di gunakan untuk memasukkan suara agar dapat di proses oleh sistem komputer.

4)      Scanner adalah perangkat yang memiliki fungsi untuk menginput data seperti gambar.

Sedangkan perangkat output merupakan perangkat keluaran yang berfungsi menyampaikan informasi kepada brainware (pengguna). Berikut beberapa contoh perangkat output:

1)      Printer adalah perangkat memiliki fungsi untuk mencetak hasil ketikan atau gambar dari sistem komputer.

2)      Monitor adalah peralatan memiliki fungsi untuk menampilkan gambar atau grafis sehingga dapat dilihat oleh brainware.

3)      Speaker adalah perangkat yang digunakan untuk menyalurkan suara baik dari sistem komputer ataupun dari microphone.

Unit system adalah perangkat peholah data yang terdiri dari komponen elektronik. Sirkuit dari unit system yaitu terletak pada motherboard atau mainboard. Komponen utama motherboard adalah processor dan memori.

Perangkat penyimpanan memiliki fungsi untuk menyimpan data dalam waktu yang lama sehingga dapat di jadikan tempat mengarsifkan data penting. Sebagai contoh, komputer yang dapat menyimpan ratusan atau jutaan nama dan juga alamat dari pelanggan. Contoh: USB flash drive, harddisk, cakram optik, dan kartu memori.

Perangkat komunikasi adalah komponen perangkat yang di gunakan untuk bertukar informasi ataupun data baik melalui PC ataupun perangkat mobile. Salah satu contoh adalah modem yang dapat berfungsi untuk mengakses internet pada PC.

b.      Software

Perangkat lunak adalah peranti atau komponen darikomputer yang berbentuk data, program dan file digital yang bisa dibaca atau dipasang dalam komputer. Software bisa juga disebut sebagai bagian sistem dalam komputer yang tidak memiliki wujud. Istilah seperti ini digunakan agar menonjolkan perbedaan dalam antara software (perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras). Karena dinamakan sebuah software, maka bisa dikatakan bahwa software (perangkat lunak) itu jelas berbeda dengan hardware (perangkat keras).

3.1 Kesimpulan

Dalam sebuah perangkat teknologi yang menjadi komponen penyusunnya, yaitu hardware dan software. Hardware ialah perangkat keras yang memiliki bentuk fisik. Sedangkan software ialah sebuah komponen yang tidak memiliki wujud, alias tak kasat mata. Selain dari dua komponen tadi, brainware juga tidak dapat lepas dari kesatuan sistem computer. Sebab sejatinya, penggunalah yang memiliki kewenangan untuk menjalankan dan mengoperasikan komputer. Tanpa pengguna, komputer tidak dapat beroperasi secara maksimal. Contoh dari brainware sendiri antara lain programmer, sistem analis, operator, dan administrator.

3.2 Saran

Semoga dengan pembuatan makalah ini senatiasa menambah wawasan, pengetahuan, dan yang terpenting adalah menjadi motivasi, baik bagi para penyusun maupun bagi pembaca sekalian.

Dengan penuh pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga makalah ini bisa bisa menjadi pembuka jalan untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan manfaat, guna bekal untuk kehidupan masa kini maupun yang akan datang.

Daftar Pustaka

Aisa, A., & Lisvita, L. (2020). Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Online Masa Covid-19. JoEMS (Journal of Education and Management Studies)3(4), 47-52.

Dalle, J., Akrim, A., & Baharuddin, B. (2020). Pengantar Teknologi Informasi. Depok: Rajawali Pers.

Fisipol UMA. (2020). Pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi. Diakses dari https://fisipol.uma.ac.id/pentingnya-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/ pada September 2022

Komalasari, R. (2020). Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi di Masa Pandemi Covid 19. Tematik: Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi (e-Journal)7(1), 38-50.

 

Pengantar Teknologi Informasi

sumber: Kompas.com

Klik di sini untuk mendapatkan versi pdf-nya. 

1.1 Latar Belakang

Saat ini, suatu hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh manusia ialah keberadaan teknologi informasi, baik dalam proses manajemen maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman akan pengertian teknologi informasi pun diperlukan agar dapat mempelajari teknologi informasi dengan lebih detail.

Sejatinya, teknologi berfungsi sebagai alat yang membantu manusia untuk dapat dengan mudah melakukan suatu pekerjaan. Beberapa sektor yang memerlukan penerapan dari teknologi informasi ini di antaranya perbankan, kesehatan, perusahaan, pendidikan, dunia bisnis, dan masih banyak lainnya.

Pada awal tahun 2020, Indonesia digegerkan dengan mewabahnya virus Covid-19 yang menyebar dengan cepat hampir di seluruh dunia. Covid-19 secara tidak langsung memberikan pengaruh di seluruh bidang pergerakan masyarakat, dari pembatasan aktivitas pribadi, sampai aktivitas sosial berskala besar.

Misalnya saja yang paling dekat dengan kita, bidang pendidikan. Kondisi ini mengakibatkan perubahan yang sangat luar biasa, seolah seluruh jenjang pendidikan dipaksa beradaptasi untuk melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring. Proses pembelajaran daring belum dapat dilakukan secara maksimal karena ketidaksiapan pendidik dan peserta didik sehingga perlu penyesuaian terlebih dahulu. Hal ini mengidentifikasi bahwa sesungguhnya banyak tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran daring karena kurangnya penguasaan terhadap teknologi.

Teknologi Informasi adalah solusi dari pemberlakuan pembelajaran secara tidak tatap muka. Banyak media informasi yang bisa digunakan oleh pendidik untuk melakukan pembelajaran secara daring. Oleh karena itu, kita tidak dapat mengelak dari penggunaan teknologi informasi.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana penggunaan teknologi pada masa kini?
  2. Mengapa teknologi informasi sangat dibutuhkan?
  3. Apa saja manfaat dari teknologi informasi?

1.3 Tujuan dan Manfaat

  1. Mengetahui dan memahami penggunaan teknologi pada masa kini.
  2. Mengetahui dan memahami alasan dibutuhkannya teknologi informasi.
  3. Mengetahui dan memahami manfaat dari teknologi informasi.

2.1 Pengertian dan Penggunaan Teknologi Informasi

Menurut pendapat dari Haag dan Keen (1996), teknologi informasi adalah sekumpulan alat yang berguna untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya yang berhubungan dengan informasi dan mengerjakan berbagai macam tugas yang berkaitan dengan pemrosesan suatu informasi.

Inovasi dalam bidang informasi dan komunikasi secara fundamental telah berubah menjadi sesuatu yang sangat diperlukan dalam kemajuan masyarakat dunia. Hal ini dikarenakan kita perlu untuk hidup di dunia yang tidak terisolasi dan juga saling terhubung antar sesama. Sehingga, keberadaan teknologi informasi pun menjadi bagian yang cukup penting dalam pemenuhan kebutuhan tersebut. Kemajuan inovatif di tengah beberapa dekade terakhir juga telah mengubah masyarakat dunia menjadi masyarakat yang melek terhadap teknologi informasi.

Teknologi Informasi menembus semua aspek kehidupan, menyediakan cara-cara yang lebih baru, lebih baik, dan lebih cepat bagi orang-orang untuk berinteraksi, membangun jaringan, mencari bantuan, mendapatkan akses ke informasi, dan belajar.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggabungan berbagai jenis teknologi telah meningkatkan jumlah pilihan yang dimiliki orang dan lembaga untuk melakukan kontak dan tetap berhubungan. Sistem telepon tradisional yang dibangun di atas perangkat dan pertukaran kabel terprogram memberikan jalan bagi infrastruktur telekomunikasi baru, berdasarkan transfer data digital.

Voice over Internet Protocol (juga dikenal sebagai Voice over IP, atau VoIP), misalnya, mengubah sinyal suara menjadi aliran data digital yang dapat ditransmisikan melalui koneksi jaringan, menawarkan komunikasi jarak jauh dan internasional dengan biaya yang lebih murah daripada standar panggilan telepon. VoIP dapat digunakan pada perangkat keras telepon yang kompatibel, handset VoIP spesialis, komputer desktop, dan laptop, atau melalui aplikasi seluler.

Dengan ponsel, orang sekarang memiliki dunia informasi, hiburan, dan pilihan komunikasi, semua di ujung jari mereka. Menurut statistik dari QuoraCreative, tahun 2020 jumlah pengguna smartphone di seluruh dunia diproyeksikan mencapai 2,87 miliar. Sebuah studi oleh Reviews.org mengungkapkan bahwa 66% orang Amerika memeriksa ponsel mereka 160 kali setiap hari. Hampir jumlah yang sama orang di Amerika Serikat (65,7%) mengaku tidur dengan smartphone mereka di malam hari.

Tidak sulit untuk memahami survey tersebut. Selain panggilan suara dan video, pengguna ponsel memiliki akses instan ke email, faks elektronik (e-Fax), media sosial, obrolan, dan alat olahpesan cepat. Semua ini didukung oleh ekosistem aplikasi seluler dan sumber daya daring yang luas dan terus berkembang.

Di lingkungan ritel dan pelanggan lainnya, infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dulunya mendukung transaksi kartu kredit atau debit sederhana dan pencatatan terpusat untuk organisasi komersial terus berkembang, dan e-Commerce kini terintegrasi dengan pengalaman berbelanja itu sendiri.

Konsumen saat ini dapat berbelanja barang dan jasa secara daring dari kenyamanan rumah atau ponsel mereka sendiri, menggunakan teknologi database dan situs web atau aplikasi yang ramah pembeli.

Dan teknologi mutakhir seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan artificial inteligence (AI) memungkinkan pembeli potensial untuk mendapatkan akses interaktif instan ke informasi tentang berbagai produk, dan bahkan untuk mencobanya dalam berbagai produk.

Selain cara baru untuk membeli dan metode baru untuk menampilkan dan mempromosikan komoditas, e-Commerce dan evolusi Teknologi Informasi telah membawa perubahan signifikan pada cara organisasi komersial beroperasi di belakang layar.

Di bagian penjualan, perangkat seluler dan komunikasi waktu nyata, ditambah dengan kemajuan dalam analitik data dan kecerdasan buatan, memungkinkan asisten ritel dan staf penjualan menyesuaikan promosi mereka sejalan dengan riwayat pembelian yang diketahui dan karakteristik perilaku pelanggan individu. Sistem manajemen data terpadu yang sama juga dapat mengoptimalkan logistik rantai pasokan organisasi, dan memfasilitasi opsi pemenuhan pelanggan seperti pengiriman di hari yang sama, atau pengambilan di toko.

Untuk organisasi di pasar solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi, perkembangan infrastruktur cloud kini menghadirkan beragam pilihan yang mencakup aplikasi Software as a Service (SaaS), alat manajemen data, dan berbagai teknologi baru.

2.2 Faktor-Faktor yang Menyebabkan Pentingnya Teknologi Informasi

Penyebab suatu teknologi informasi menjadi sangat diperlukan juga dikarenakan tekanan akibat dari persaingan bisnis, meningkatnya kompleksitas dari tugas manajemen, perlunya waktu tanggap yang lebih cepat, dan pengaruh globalisasi.

a. Tekanan Akibat dari Persaingan Bisnis

Teknologi informasi memiliki peran yang penting dalam keberhasilan persaingan bisnis suatu organisasi ataupun perusahaan. Salah satunya ialah untuk mengatasi tekanan-tekanan dalam persaingan bisnis, yang mana pada zaman sekarang persaingannya menjadi semakin ketat dikarenakan perkembangan globalisasi. Hanya karena sedikit kesalahan saja maka bisa berakibat fatal pada perusahaan tersebut.

Dikarenakan hal tersebut, maka suatu organisasi/perusahaan mau tidak mau diharuskan untuk menciptakan inovasi-inovasi teknologi yang lebih modern untuk menghindari terjadinya kesalahan yang dapat berakibat fatal dan juga agar produk-produk yang dihasilkan dapat dengan mudah bersaing di pasaran. Untuk menciptakan inovasiinovasi tersebut, suatu perusahaan perlu untuk mengandalkan yang namanya teknologi informasi. Dengan menerapkan teknologi informasi maka suatu perusahaan juga dapat berinovasi seperti dalam hal mempromosikan produk dan memasarkan produk.

b. Meningkatnya Kompleksitas dari Tugas Manajemen

Manajemen itu meliputi planning (perencanaan), organizing (mengatur), actuating (menjalankan), directing (mengarahkan), dan controlling (mengendalikan). Kompleksitas tugas manajemen itu pun terus meningkat sesuai dengan perkembangan zaman. Maka untuk mengatasi hal ini dibutuhkan suatu penerapan teknologi informasi dalam tugas manajemen.

Keuntungan yang didapat dari penerapan teknologi informasi dalam kompleksitas tugas manajemen, di antaranya ialah sebagai berikut. 

  1. Waktu yang digunakan dalam proses pengerjaan proyek menjadi lebih sedikit. Hal ini dikarenakan penerapan teknologi informasi dapat mempersingkat waktu komunikasi dalam suatu rantai birokrasi. Apabila waktu yang digunakan tersebut dikonversikan ke dalam bentuk biaya, maka hal ini juga mengartikan bahwa dana yang perlu dikeluarkan pun menjadi lebih sedikit.
  2. Sistem-sistem yang awalnya bersifat manual pada suatu perusahaan atau organisasi, kini mendapat peningkatan menjadi otomatis sehingga biaya untuk tenaga kerja dan keperluan lainnya pun dapat dikurangi.
  3. Lebih mudahnya dalam proses pengintegrasian seluruh kantor dan cabang-cabang perusahaan. Hal ini dikarenakan harus mengunjungi cabang secara satu per satu setelah memanfaatkan teknologi informasi.
  4. Proses pengambilan suatu keputusan menjadi lebih cepat. Hal ini dikarenakan data yang diperlukan lebih cepat diperoleh daripada saat tidak menerapkan teknologi informasi. Hal ini tentunya akan menjadikan suatu perusahaan atau organisasi menjadi lebih kompetitif. Jika proses pengambilan suatu keputusan berlangsung agak lambat, maka akan terjadi dampak yang cukup besar seperti hilangnya banyak order.
  5. Biaya yang digunakan untuk promosi menjadi lebih sedikit, sebab promosi dapat dilakukan secara daring. Selain itu, para konsumen juga dapat melihat profil suatu perusahaan atau organisasi dengan mudah di mana pun.

c. Perlunya Waktu Tanggap yang Lebih Cepat

Pada materi sebelumnya tentang keuntungan penerapan teknologi informasi dalam kompleksitas tugas manajemen telah dijelaskan bahwa penerapan teknologi informasi dapat mempersingkat waktu dalam berkomunikasi. Dengan waktu komunikasi yang lebih singkat tersebut maka kebutuhan kita akan lebih cepatnya waktu tanggap pun dapat terpenuhi.

Terlebih lagi, dunia sedang dilanda virus covid-19 yang mengakibatkan banyak sektor terhambat karena adanya pembatasan sosial. Dengan adanya teknologi informasi, banyak sektor yang terbantu karena meskipun tidak bersua langsung, masih tetap dapat melakukan aktivitas/pekerjaan.

d. Pengaruh Globalisasi

Dalam peristiwa globalisasi, salah satu yang menjadi faktor utama yang mendorong kesalingbergantungan (interdependensi) budaya dan aktivitas ekonomi ialah penerapan dari teknologi informasi. Salah satu penerapan dari teknologi informasi tersebut ialah kemunculan internet.

Dalam suatu era globalisasi, setiap aspek akan selalu berkembang tanpa batasan apa pun, entah batasan waktu, jarak, tempat, ataupun batasan-batasan lainnya. Perkembangan aspek seperti ini dapat terwujud dikarenakan adanya penerapan dari teknologi informasi.

2.3 Manfaat Teknologi Informasi

Dalam penggunaannya pada kehidupan sehari-hari, suatu teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal berikut, yaitu:

a. Kemudahan dalam Mengakses Informasi

Di zaman modern seperti sekarang ini, tentunya dunia internet sudah sangat terkenal. Dan internet merupakan sebuah alat yang ada dalam sistem teknologi informasi dan komunikasi. Dan internet menjadikan jaringan telekomunikasi yang dibutuhkan oleh terminal telepon dan semacamnya. Fungsi yang ditawarkan oleh internet antara lain: lebih efektif dan efisien, mudah diakses, mudah digunakan, praktis dan menyediakan informasi tanpa batas.

b. Kemudahan dalam Pekerjaan

Dengan memanfaatkan teknologi maka segala hal bisa menjadi lebih mudah di lakukan. Salah satunya yaitu aktivitas kerja yang ditunjang dengan fasilitas teknologi yang akan mampu meningkatkan produktivitas karyawan. Selain itu, di zaman sekarang orang-orang juga memiliki peluang besar untuk bisa menghasilkan keuntungan melalui internet dengan melakukan berbagai kegiatan yang dapat menghasilkan uang, serta juga dapat mencari kerja sistem remote (daring).

c. Kemudahan dalam Komunikasi

Dengan semakin canggihnya sistem teknologi dan informasi maka proses komunikasi juga menjadi semakin mudah. Salah satunya adalah dengan hadirnya fitur bernama kamera di ponsel, lalu berbagai macam aplikasi yang menyediakan layanan video call, di mana Anda bisa berkomunikasi dengan siapa saja, kapan saja dan di mana saja tanpa terhalang jarak, karena bisa berbicara secara langsung atau face to face melalui Handphone.

d. Kemudahan dalam Transaksi

Salah satunya adalah memberikan kemudahan dalam berbagai segi dan bidang untuk melakukan kegiatan, termasuk dalam melakukan transaksi. Yang mana teknologi juga memiliki peranan penting sebagai alat untuk bertransaksi secara online. Seperti transfer uang secara online, yaitu dengan cara gunakan aplikasi internet banking maka pengguna bisa mentransfer kapan saja dan ke mana saja hanya dalam sekali ketik.

3.1 Kesimpulan

Pada zaman sekarang ini, keberadaan dari teknologi informasi telah menjadi suatu hal yang sangat penting dalam berbagai hal. Salah satunya ialah sebagai alat yang membantu suatu organisasi, perusahaan, ataupun lembaga untuk dapat menjadi lebih berkembang dan maju. Penyebab suatu teknologi informasi menjadi sangat diperlukan juga dikarenakan tekanan akibat dari persaingan bisnis, meningkatnya kompleksitas dari tugas manajemen, perlunya waktu tanggap yang lebih cepat, dan pengaruh globalisasi.

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari adanya teknologi informasi. Dari sekian banyak manfaat yang bisa didapatkan, beberapa di antaranya yaitu lebih mudahnya dan cepatnya dalam melakukan proses komunikasi, proses perdagangan dapat dilakukan secara elektronik, mudahnya akses terhadap suatu informasi, perkerjaan bisa dilakukan secara daring, bahkan lingkungan pun menjadi lebih terjaga dikarenakan penggunaan kertas yang lebih sedikit.

3.2 Saran

Semoga dengan pembuatan makalah ini senantiasa menambah wawasan, pengetahuan, dan yang terpenting adalah menjadi motivasi, baik bagi para penyusun maupun bagi pembaca sekalian.

Dengan penuh pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga makalah ini bisa bisa menjadi pembuka jalan untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan manfaat, guna bekal untuk kehidupan masa kini maupun yang akan datang.

Daftar Pustaka

Aisa, A., & Lisvita, L. (2020). Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Online Masa Covid-19. JoEMS (Journal of Education and Management Studies)3(4), 47-52.

Dalle, J., Akrim, A., & Baharuddin, B. (2020). Pengantar Teknologi Informasi. Depok: Rajawali Pers.

Fisipol UMA. (2020). Pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi. Diakses dari https://fisipol.uma.ac.id/pentingnya-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik/ pada September 2022

Komalasari, R. (2020). Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi di Masa Pandemi Covid 19. Tematik: Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi (e-Journal)7(1), 38-50.